Manusia dan Kebudayaan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan pada hakekatnya manusia lahir sebagai makhluk sosial, yang artinya manusia memerlukan orang lain dan tak bisa hidup sendiri. Sedang
kebudayaan itu sendiri adalah suatu kebiasaan atau tradisi yang sudah dilakukan
sejak zaman nenek moyang, sehingga menjadi sesuatu yang “sakral” bagi sebagian
orang.. Bangsa Timur atau lebih dikenal dengan Asia, lebih khusus membahas
tentang Indonesia, memiliki banyak sekali kebudayaan, baik yang bersifat fisik
atau non-fisik.
Bangsa Timur biasanya memiliki
kebudayaan yang berorientasi pada kebiasaan adat atau agama. Contoh di Jepang
terdapat budaya “malu”, dan orang tersebut akan langsung melakukan bunuh diri
atau lebih dikenal dengan harakiri
dan mati terhormat daripada dia menanggung malu di dunia. Ada juga di Indonesia
yang dikenal dengan budaya Pulang Kampung atau Mudik tiap lebaran tiba. Biarpun
budaya ini bisa dibilang setiap tahun selalu memakan korban jiwa yang banyak,
namun kenyataannya orang Indonesia masih sangat antusias melakukannya , apapun
resikonya.
Disamping itu pula, mulai ada
beberapa budaya asli tanah air yang mulai tergerus zaman. Budaya perlombaan
tiap tanggal 17 Agustus, budaya untuk hormat pada orangtua dan guru, budaya
cium tangan kedua orangtua dan lainlain, kini mulai dianggap menjadi sesuatu
yang aneh. Semua ini karena faktor globalisasi yang dengan derasnya masuk tanpa
bisa di saring oleh orang Indonesia terutama kaum muda.
Manusia
dan Kebudayaan. Melihat judulnya saja kita sudah dapat mengetahui bahwa 2 hal
tersebut adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling terikat.
Kebudayaan lahir dan ada dari kebiasaan manusia yang dilakukan turun temurun,
sehingga bisa menjadi sesuatu yang “sakral” dan bahkan ada yang tak bisa
dihilangkan. Sedangkan manusia yang tanpa kebudayaan pun, patut dipertanyakan
ke-manusia-an nya. Bayangkan seseorang yang hidup seenaknya dia, tidak sopan
pada orangtua, mencuri, membunuh, dan bisa dibayangkan kejahatan kejahatan lain
yang mungkin ia lakukan. Apakah seseorang tersebut bisa dibilang “Manusia”?
Jika manusia seperti itu maka tak ada bedanya dengan hewan buas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar