Cari dimari

Kamis, 21 November 2013

Manusia dan Kebudayaan 

           Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan pada hakekatnya manusia lahir sebagai makhluk sosial, yang artinya manusia memerlukan orang lain dan tak bisa hidup sendiri. Sedang kebudayaan itu sendiri adalah suatu kebiasaan atau tradisi yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang, sehingga menjadi sesuatu yang “sakral” bagi sebagian orang.. Bangsa Timur atau lebih dikenal dengan Asia, lebih khusus membahas tentang Indonesia, memiliki banyak sekali kebudayaan, baik yang bersifat fisik atau non-fisik.
             
          Bangsa Timur biasanya memiliki kebudayaan yang berorientasi pada kebiasaan adat atau agama. Contoh di Jepang terdapat budaya “malu”, dan orang tersebut akan langsung melakukan bunuh diri atau lebih dikenal dengan harakiri dan mati terhormat daripada dia menanggung malu di dunia. Ada juga di Indonesia yang dikenal dengan budaya Pulang Kampung atau Mudik tiap lebaran tiba. Biarpun budaya ini bisa dibilang setiap tahun selalu memakan korban jiwa yang banyak, namun kenyataannya orang Indonesia masih sangat antusias melakukannya , apapun resikonya.
           
          Disamping itu pula, mulai ada beberapa budaya asli tanah air yang mulai tergerus zaman. Budaya perlombaan tiap tanggal 17 Agustus, budaya untuk hormat pada orangtua dan guru, budaya cium tangan kedua orangtua dan lainlain, kini mulai dianggap menjadi sesuatu yang aneh. Semua ini karena faktor globalisasi yang dengan derasnya masuk tanpa bisa di saring oleh orang Indonesia terutama kaum muda.
           
          Manusia dan Kebudayaan. Melihat judulnya saja kita sudah dapat mengetahui bahwa 2 hal tersebut adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling terikat. Kebudayaan lahir dan ada dari kebiasaan manusia yang dilakukan turun temurun, sehingga bisa menjadi sesuatu yang “sakral” dan bahkan ada yang tak bisa dihilangkan. Sedangkan manusia yang tanpa kebudayaan pun, patut dipertanyakan ke-manusia-an nya. Bayangkan seseorang yang hidup seenaknya dia, tidak sopan pada orangtua, mencuri, membunuh, dan bisa dibayangkan kejahatan kejahatan lain yang mungkin ia lakukan. Apakah seseorang tersebut bisa dibilang “Manusia”? Jika manusia seperti itu maka tak ada bedanya dengan hewan buas.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar